Ikhtisar indikator

Sinar laser

Rotasi sinar laserA)

hijau

merah

hijau

merah

merah

merah

Menghidupkan alat pengukur
(1 detik uji otomatis)

3×/dtk

3×/dtk

3×/dtk

3×/dtk

Mode senyap

○

○

1×/dtk

1×/dtk

1×/dtk

1×/dtk

Perataan

Perataan

✴

○

✴

✴

Perataan ulang

○

○

✴

✴

Batas perataan otomatis terlampaui

○

○

✴

✴

Alat pengukur siap dioperasikan, kedua sumbu dilakukan perataan

●

●

●

●

Shock-warning

Shock-warning terpicu

✴

○

✴

✴

✴

Shock-warning dinonaktifkan

●

Tegangan baterai

Tegangan baterai rendah

●

Baterai kosong

✴

Pengoperasian kemiringan/pengoperasian manual

Kemiringan sumbu X dapat diatur
sumbu Y dilakukan perataan

○

○

✴

●

sumbu X manual
sumbu Y dilakukan perataan

●

●

●

●

Sumbu X dilakukan perataan
Kemiringan sumbu Y dapat diatur

○

○

●

✴

Sumbu X dilakukan perataan
sumbu Y manual

●

●

●

●

Kemiringan sumbu X dapat diatur
Sumbu Y manual

○

○

✴

●

Sumbu X manual
Kemiringan sumbu Y dapat diatur

○

○

●

✴

Sumbu X manual
Sumbu Y manual

●

●

●

●

Kalibrasi

Mode kalibrasi sumbu X
(pada posisi horizontal)

2×/dtk

2×/dtk

Kalibrasi sumbu X disimpan

✴
(6×)

Mode kalibrasi sumbu Y

2×/dtk

2×/dtk

Kalibrasi sumbu Y disimpan

✴
(6×)

Mode kalibrasi sumbu Z
(pada posisi vertikal)

2×/dtk

2×/dtk

Kalibrasi sumbu Z disimpan

✴
(6×)

Kesalahan selama mengkalibrasi sumbu X atau Z

✴

Kesalahan selama mengkalibrasi sumbu Y

✴

Reset

Start ulang diperlukan, matikan alat pengukur dengan tombol on/off (3) lalu hidupkan lagi.

3×/dtk

3×/dtk

A)

pada mode garis dan mode rotasi

●: Beroperasi secara kontinu

✴ berkedip

2×/dtk: Frekuensi kedipan (misalnya dua kali dalam satu detik)

○: Fungsi berhenti